Sunday, 15 May 2011

PERPISAHAN MENGHAMPIRI KU KINI~

                                                                           
PERPISAHAN...
andai dikau bisa berkata kata,
andai engkau bisa mendengar,
andai engkau bisa memahami prsaanku,
ingin sekali aku bertanya..
mengapa mesti engkau hadir dlm hdupku..
di kala aku dan teman ku sedang berbahagia..
di kala kami bersuka ria..
di kala kami  bergelak tawa..
di kala kami dalam memahami erti sebuah PERSAHABATAN...
MENGAPA..??

PERPISAHAN..
pilu hati ini tak siapa yang tahu..
aku tidak tahu pada siapa hrus ku luahkan kepiluan ini..
bilanglah padaku...
bilanglah...

PERPISAHAN...
Apa harus ku luah kepiluan ini,
pada angin yg mendatang..
pada bintang malam ..
pada sinar mentari..
pada awan yg membiru..
pada hujan yg membasahi bumi,
seperti mutiaraku yg jatuh ke bumi ini jua?

PERPISAHAN...
tahukah engkau..
kini aku keseorangan..
kini aku sendirian..
kini aku tak punya teman...
sepinya hari hari ku..
sepinya hari hari ku...
sepinya hari hari ku....
apa kau tahu semua itu................??

[YA ALLAH .. ANDAI INI LAH SURATAN TAKDIR HIDUPKU,HAMBA PASRAH.. SEORANG DEMI SEORANG SAHABATKU BERLALU... SABAR ITU SENJATAKU DAN KU YANG PASTI ENGKAU TIDAK PERNAH MENINGGALKAN HAMBA MU INI..ENGKAU SENTIASA ADA BUATKU TIDAK KIRA WAKTU... SYUKRAN YA TUHAN...~HANYA LUAHAN HATI~]

Saturday, 14 May 2011

:: ANNUR ILAHI BUAT KU ::



annur..
itulah annur ILahi,
buat diriku,
buat diri yang papa dlm mhitung amalanku..

annur...
ya TUHAN...
agungnya annur MU,
sehingga tiada lafaz yg bisa ku gmbarkannya..

annur itu..
memberi ku kesedaran..
kesedaran tentang pengorbanan,
tentang kehidupan,
tentang kesusahan,
tentang kesabaran,
tentang ketabahan,
dan tentang KEMATIAN..

YA TUHAN..
setitik demi stitik ..
mutiara ini jatuh ke bumi..
bila diriku mengingati mimpi itu..

YA TUHAN...
MIMpi itu...
mimpi itu..
mimpi itu...
menakutkan diriku..

ya TUHAN..
mimpi itu..
telah beri ksedaran pd diriku..
mgkin itu peringatan dari MU..
buat hambaMU ini..
bertuahnya diri ku..
di beri peringatan itu..
syukran ya TUHAN~


YA TUHAN..
SEPANJANG HIDUP INI..
satu demi satu..
hidayah ,
satu demi satu pengajaran,
satu demi satu ujian,
dan satu demi satu  peringatan,
yg ENGKAU berikan pd ku,
melalu semua itu ku sedari,
betapa sayangnya ENGKAU pada ku,
kerna ku tahu..
ENGKAU tidak mahu diriku terleka..
dalam arus dunia ini..
sesungguhnya peringatan MU amat bharga buat ku..
dalam menempuh liku2 hidup ku..
syukran YA ALLAH!!

[MAAF JIKA TIDAK SEKREATIF TEMAN2..HANYA LAUAHAN HATI ANA~]

MAMpukah kita sesabar SAIDINA AYYUB A.S ?

"AYYUB A.S memliki usrah yg besar di mana mpunyai anak yg ramai.hdupnya bhgia,senang,&sntse dalam ketenangan serta reda dgn stiap pemberian ILAHI.bgaimanapun semua itu hny smentara apbila semua hrtanya hbis musnah dan anak2nya meninggal dunia&tubuhnya di timpa penyakit yg mjangkiti seluruh tubuhnya kcuali JANTUNG DAN LIDAH nya. SungguhPun bgtu, AYYUB A.S tetap berzikir dgn lidah dan hatinya..SESUNGGUHNYA AYYUB A.S ADALAH PENGHULU ORANG2 YG SABAR.

BUKTI KESABARAN AYYUB A.S

BERKATA LAYYA: HAI SUAMIKU,AYYUB.SEANDAINYA ENGKAU MEMOHON KPD TUHAN,TENTU DIA AKAN MNYEMBUHKAN PENYAKITMU."
AYYUB MENJAWAB : SESUNGGUHNYA AKU TLH HIDUP BERTAHUN2 DLM KEADAAN SIHAT.&SESUNGGUHNYA INI ADALAH CUBAAN DR TUHANKU agar aku dpt BERSABAR.segala puji bg ALLAH TUHAN SEKALIAN ALAM.seandainya aku dpt bersabar 70 TAHUN,IA MASIH DI ANGGAP SEDIKIT! berbanding dgn NIKMAT yg DIa anugerahkan kpd ku."

SUBHANALLAH! DPTKAH KITA SESABAR ITU? TANYALAH DIRI KITA~

Friday, 6 May 2011

:: selamat hari UMMIE :: :)

SELAMAT HARI IBU...
ITULAH YANG SELALU KITA DENGARKAN SEHINGGA HARI INI..
UCAPAN ITULAH YANG SERING DI LAFAZKAN PADA IBU ,MAMA,UMMI, DAN MAK TERSAYANG..
NAMUN.. ANA INGINKAN KELAINAN PADA TAHUN INI...
ANA TIDAK MAHU MELAFAZKAN "SELAMAT HARI IBU"
TETAPI ANA INGIN UCAPKAN..
" SELAMAT HARI UMMIE.." :)
[CHE ROHAYA]


BUAT UMMIE KU,
UMMIE..
KEDUA TANGAN INI KU TADAHKAN,
TANDA SYUKUR..
KERNA DIRIMU KU ADA DI SINI,
KERNA DIRIMU KU TEMUI SEBUAH KEHIDUPAN,
KERNA DIRIMU KU BISA MENGENALI DUNIA INI,
KERNA DIRIMU KU BISA MENUNTUT ILMU SEHINGGA KINI..


UMMIE....
BETAPA BESARNYA PENGORBANANMU SELAMA INI...
TIDAK TERNILAI ...
TIADA TANDINGANNYA...
SEAWAL PAGI HARI,
DIKAU TELAH MEMBUKA MATA,
DI SAAT ITU DAKU PULA MASIH TERLENA ..


UMMIE...
DIKAU KERAH TENAGA SEPANJANG HARI..
BERSAMA SUAMI YANG DI KASIHI,
DEMI MENCARI REZEKI...
DEMI MEMBESARKAN 5PUTERA 2PUTERI..


UMMIE...
MAAFKAN ANAKMU INI,
KERNA BELUM BISA MENGHADIAHI UTKMU, 
SESUATU YANG CUKUP BERNILAI BUATMU...
UNTUK MEMBALAS JASA MU,
WALAU KU TAHU..
TIADA SATU PUN YANG SETANDING HARGA PENGORBANANMU ITU...


UMMIE...
AKHIR KALAM..
DAKU INGIN MENGUCAPKAN...
BERATUS RATUS DAN BERJUTA JUTA TERIMA KASIH...
BUATMU...
KERNA TELAH MEMBESAR DAN MENDIDIKKU...
SELAMA INI........
:) DARIPADA ANAKMU : [UMIE BALQIS]

PEmbentukan AWAN HUJAN-KEAJAIBAN ILMIAH AL QURAN

Pembentukan Awan Hujan - Keajaiban Ilmiah Al Qur'an

Pembentukan awan hujan. Keajaiban ilmiah al Qur'an.
Awan-awan kecil (kumulus) berarak menuju daerah pertemuan di dekat cakrawala, di mana kita bisa melihat sebuah awan cumulonimbus yang besar (Clouds and Storms, Ludlam, plate 7.4.)
Penumpukan awan hujan. Keajaiban ilmiah al Qur'an.
(A) Awan-awan kecil yang terpisah-pisah. (B) Ketika awan-awan kecil ini bergabung bersama, dorongan ke atas pada bagian tengah awan yang lebih besar semakin meningkat sehingga, awan ini tumbuh ke atas. Butiran air diberikan tanda bintik-bintik hitam. (The Atmosphere, Anthes and others, hal. 269.)
Terbentuknya hujan. Keajaiban ilmiah al Qur'an.
Awan cumulonimbus. Setelah ditumpuk ke atas, air hujan turun darinya.(Weather and Climate, Bodin, hal. 123.)
Para ilmuwan telah mempelajari berbagai jenis awan dan menyadari bahwa awan pembawa hujan terbentuk dengan sistem dan urutan tertentu. Bentuknya pun tertentu dan terkait dengan jenis angin dan tipe awan.
Salah satu awan pembawa hujan adalah awam CUMULONIMBUS. Ahli cuaca telah mempelajari pembentukan jenis awan ini dan bagaimana ia menghasilkan hujan, es, serta petir.
Mereka menemukan bahwa awan cumulonimbus melewati urutan berikut ini untuk menghasilkan hujan:
  • 1. Awan didorong oleh angin: Awan cumulonimbus mulai terbentuk ketika angin mendorong beberapa awan kecil (awan cumulus) ke daerah tempat berkumpulnya awan-awan ini.
  • 2. Penyatuan: Kemudian awan-awan kecil ini bergabung, menyatu dan membentuk awan yang lebih besar.
  • 3. Penumpukan: Ketika awan-awan kecil ini bersatu, dorongan ke atas pada bagian dalam awan yang semakin besar ini meningkat. Dorongan ke atas pada bagian tengah awan lebih kuat dibandingkan dengan pada bagian pinggir. Alhasil tubuh awan ini tumbuh semakin besar secara vertikal, sehingga seolah-olah awan ini ditumpuk-tumpuk. Pertumbuhan ke atas ini menjadikan tubuh awan mencapai daerah yang lebih dingin pada lapisan atmosfer atas. Di sanalah tetesan-tetesan air dan butiran es terbentuk dan mulai tumbuh semakin besar. Ketika butiran air dan es ini telah lebih besar dan berat dibandingkan dengan dorongan ke atas yang menyangga mereka, jatuhlah air dan es ini sebagai gerimis, hujan ataupun hujan es.

Thursday, 5 May 2011

nasihat wanita buat HASAN BASRI


HASAN BASRI pada zaman mudanya, kelihatan bagus dan tampan, lebih-lebih apabila memakai pakaian mahal. Beliau sering berjalan-jalan sekeliling kampung di kota Basrah kerana sangat senang berdasarkan keindahan dan ramainya penduduk tinggal di kota itu.

Pada suatu hari, ketika Hasan berjalan, secara tiba-tiba beliau melihat seorang wanita cantik.

Melihat wanita cantik itu. Hasan berjalan mengikutinya. Wanita itu menoleh, sambil berkata kepadanya: “Apakah engkau tidak malu?” 

Jawab Hasan: ”Malu pada siapa?” Wanita itu berkata. “Malu kepada Zat Yang Maha Mengetahui, mata yang khianat dan apa-apa yang terlintas di dalam hati.”

Tertanam rasa cinta di dalam hati Hasan terhadap wanita itu sehingga tidak sabar dan tidak boleh menguasai nafsunya, akhirnya ia terus mengikuti di belakang wanita itu.

Wanita itu berkata lagi kepadanya: “Mengapa engkau mengikuti aku?” Jawab Hasan: “Sungguh, aku terpesona dengan pandangan matamu itu.” Wanita itu berkata: “Tunggulah di sini, nanti akan aku kirim apa yang engkau kehendaki.”

Hasan beranggapan wanita itu menaruh cinta kepadanya, sebagaimana dia jatuh cinta kepada wanita itu. Beliau pun menunggu di tempat itu. 

Tidak beberapa lama kemudian, datanglah seorang pelayan wanita cantik itu kepadanya membawa bekas bertutup sehelai sapu tangan.

Ketika Hasan membuka tutup bekas itu, ternyata dua mata wanita itu ada di dalamnya. Melihat hal sedemikian, maka pelayan terbabit berkata. “Sungguh tuan puteri berkata: “Aku tidak ingin mata yang memuatkan fitnah dan mempesonakan orang.” 

Sebaik Hasan mendengar kenyataan ucapan daripada pelayan wanita itu, dia gementar dan berdiri bulu romanya, lalu memegang janggutnya dan berkata kepada dirinya: ”Celaka engkau, sebab sudah berjanggut mengapa tidak malu terhadap wanita cantik itu.”

Dia pun menyesal dan bertaubat pada saat itu sebelum pulang ke rumahnya dan menangis semalaman. Keesokan paginya, Hasan ke rumah wanita itu untuk meminta maaf segala kesalahannya.

Sebaik tiba di rumah wanita berkenaan, rumahnya tertutup dan mendengar suara tangisani wanita dari dalam rumah itu. Akhirnya, beliau pun bertanya apa yang berlaku. 

Dikatakan bahawa pemilik rumah itu meninggal. Hasan kembali ke rumahnya dan menangis selama tiga hari.

Pada malam ketiga, dia bermimpi melihat wanita cantik itu sedang berada di dalam syurga. 

Hasan berkata kepada wanita itu dalam mimpiya. “Hai wanita yang cantik, maafkan olehmu semua kesalahanku.” 

Jawab wanita itu. “Sungguh, semua sudah kumaafkan kerana aku memperoleh kebaikan daripada Allah sebab engkau.” Hasan berkata, “Berikanlah kepadaku akan nasihatmu.”

“Kalau engkau sendirian, berzikirlah atau ingatlah kepada Allah. Dan pada setiap pagi mahupun petang, beristighfar memohon ampun kepada Allah serta bertaubat kepada-Nya.” kata wanita berkenaan.

Mendengar nasihat daripada wanita itu, Hasan menerima dan melaksanakan hingga dia menjadi orang yang masyhur di kalangan masyarakat dengan zuhud dan taatnya kepada Allah. 

Akhirnya, dia pun memperoleh darjat tinggi dan mulia serta menjadi seorang wali dan kekasih Allah.

keindahan ISLAM



KEINDAHAN ISLAM MEMBAWA PERTUNJUK
Abu Jaafar Al-Haddad merupakan salah seorang wali Allah yang sangat terkenal. Suatu hari beliau mengikuti satu rombongan besar dalam perjalanan dari kota Basrah menuju ke kota Baghdad dengan menaiki sebuah kapal menyusuri sungai Dajlah. Di antara sekian ramai orang yang menyertai rombongan tersebut ada seorang lelaki yang menjadi perhatian Abu Jaafar Al-Haddad. Selama di dalam pelayaran, lelaki tersebut tidak pernah makan dan minum dan tidak pernah mengerjakan solat menyebabkan Abu Jaafar tertanya-tanya pada dirinya sendiri dan ingin tahu rahsia di sebalik kelakuan lelaki tersebut. Abu Jaafar Al-Haddad segera menghampirinya.

"Assalammualaikum saudara, boleh saya bertanya sedikit?" Sapa Abu Jaafar.
"Boleh, apa salahnya." Jawab lelaki itu dengan tidak mengendahkan salam Abu Jaafar Al-Haddad.
"Mengapa awak tidak pernah mengerjakan solat dan berjemaah dengan kami? " Tanya Abu Jaafar Al-Haddad.
"Saya ini bukan orang Islam," jawab lelaki itu selamba
"Jadi, engkau beragama apa?" Abu Jaafar Al-Haddad mahu kepastian.

"Saya beragama Nasrani," jawabnya.
Abu Jaafar berpuas hati dengan jawapan yang diberikan, namun masih ada satu lagi persoalan dalam fikirannya iaitu bagaimanakah lelaki tersebut boleh tahan berhari-hari tidak makan dan tidak minum.
"Saya lihat awak tidak pernah makan dan minum?" Tanya Abu Jaafar.
"Saya bertawakal kepada Tuhan." Jawabnya pendek.
"Saya juga bertawakal kepada Allah," kata Abu Jaafar.
Ketika sampai ke suatu destinasi untuk berehat, Abu Jaafar masih lagi asyik berbual dengan lelaki Nasrani itu sehinggalah tiba waktu makan. Riuh rendahlah orang ramai ke sana ke mari mencari dan membuka bekalan masing-masing. Ada yang naik ke darat mencari sesuatu barang keperluan sebelum menyambung pelayaran. Tapi Abu Jaafar dan lelaki Nasrani yang masih lagi berbual-bual itu sudah berazam untuk bertawakal saja, tidak mahu berbuat demikian. Apabila orang ramai melihat kedua-dua mereka ini tidak mempunyai sebarang makanan, merekapun mengajaknya untuk makan bersama. Tapi Abu Jaafar dan lelaki itu tetap dengan pendirian mereka tidak mahu makan.
"Mari kita keluar dan berjalan di darat sana," kata Abu Jaafar kepada lelaki Nasrani itu.
"Boleh, tapi dengan syarat..." kata lelaki Nasrani.
"Apa syaratnya?" tanya Abu Jaafar.
"Jika kita masuk ke dalam kampung, tuan mesti berjanji yang tuan tidak akan masuk ke dalam masjid, dan begitu juga saya tidak akan masuk ke dalam gereja," terang lelaki Nasrani itu.
"Ya saya berjanji," kata Abu Jaafar dengan penuh yakin.
Merekapun berjalan merentas tanah yang terbentang luas sehingga senja mereka pun duduk istirehat berhampiran dengan tempat membuang sampah. Tiba-tiba datang seekor anjing hitam, mulutnya menggigit roti dan diletakkannya di hadapan lelaki Nasrani itu. Rupa-rupanya anjing itu hanya menghantar makanan untuk lelaki Nasrani yang bertawakal itu saja. Lelaki Nasrani tadi mengambil roti itu dan dimakannya dengan senang hati tanpa menoleh-noleh lagi kepada Abu Jaafar, apalagi hendak mempelawanya makan bersama. Akhirnya habis roti itu dimakan oleh lelaki Nasrani tersebut.
Setelah itu kedua-duanya meneruskan perjalanan meninjau-ninjau di kawasan perkampungan sehinggalah waktu senja. Apabila kepenatan, mereka berehat lagi. Tiba-tiba datang lagi anjing hitam itu membawa roti di mulutnya dan diletakkannya di hadapan lelaki Nasrani itu lalu dimakannya. Demikianlah yang terjadi setiap hari. Setiap kali si Nasrani mendapatkan makanan yang dihidangkan oleh seekor anjing hitam, dia memakannya sendiri tanpa menoleh dan mempelawa temannya menikmati bersama. Sementara Abu Jaafar sendiri, sibuk dengan mengerjakan solat setiap kali ketika lelaki Nasrani itu makan.
Pada hari keempat kedua-dua hamba Allah yang sudah saling kenal mengenali itu melalui sebuah perkampungan. Oleh sebab matahari sudah terbenam, mereka berhenti di suatu tempat bagi membolehkan Abu Jaafar Al-Haddad mengerjakan solat Maghrib di situ, sedang lelaki Nasrani itu memerhatikan dari jauh. Di dalam hatinya memuji Abu Jaafar Al-Haddad rajin menunaikan ibadah sembahyang walaupun mengikut perjanjian Abu Jaafar tidak boleh pergi ke masjid, namun dia tetap melakukan sembahyang.
Tiba-tiba datang seorang lelaki membawa sebuah dulang yang berisi makanan dan sebuah kendi berisi air. Dia berdiri di situ sehingga Abu Jaafar selesai solatnya. Setelah mengucapkan salam, orang itu meletakkan dulang yang dibawanya di hadapan Abu Jaafar.
"Sila bawa makanan ini kepada lelaki itu!" Kata Abu Jaafar kepada orang yang membawa dulang sambil menunjuk ke arah lelaki Nasrani tersebut.
Tanpa berkata apa-apa orang itu membawanya kepada lelaki Nasrani yang berada tidak jauh dari situ, sementara Abu Jaafar masih asyik mengerjakan solat.
Setelah Abu Jaafar selesai solat, lelaki Nasrani itu datang kepadanya dengan membawa dulang tadi.
"Wahai Abu Jaafar! Allah telah memperlihatkan kepadaku bahawa agamamu (agama Islam) adalah lebih baik daripada agamaku," kata lelaki Nasrani itu.
"Dari mana engkau mengetahui perkara ini?" Tanya Abu Jaafar Al-Haddad.
"Buktinya sudah cukup jelas. Ianya berlaku di hadapan mataku ini." Terang lelaki Nasrani itu lagi.
"Cuba awak terangkan kepada saya apa yang berlaku di hadapanmu itu?" Tanya Abu Jaafar menduga.
"Aku makan rezeki yang dihidangkan oleh seekor anjing, sedangkan aku adalah seorang manusia, berbeza dengan rezekimu dihidangkan oleh manusia. Maka dengan itulah aku tahu bahawa Islam itu adalah agama yang terbaik daripada agamaku." Kata lelaki Nasrani itu.
"Sekarang apa yang awak mahu?" Sambung Abu Jaafar.
"Tuan ! Sekarang juga dengan kerelaan hati saya sendiri, saya akan meninggalkan agama saya dan masuk agama Islam." Kata lelaki Nasrani itu.
Maka ketika itu juga lelaki Nasrani itu mengucapkan dua kalimah syahadah  di hadapan Abu Jaafar Al-Haddad Dia lalu membuang semua tanda-tanda atau lambang-lambang Nasrani yang ada pada dirinya. Abu Jaafar bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata'ala. yang telah membuka pintu hati temannya untuk menerima Islam. 

Semoga Allah memberikan rahmat kepada mereka yang telah mengambil Islam sebagai panduan dan pegangan hidup mereka . Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kita kepada agama Islam dan dijadikannya kita sebagai umat Nabi MuhammadShallallahu ‘alaihi wasallam.

* Dipetik dari kitab Raudhur Rayyahin Fii Hikayatus Salihin karangan Syeikh Imam Abdullah bin As’ad bin Fallah al-Yafii al-Yamany Asy-Syafie.